Proposal Bisnis

 

PENGARUH MANAJEMEN USAHA TERHADAP PENGHASILAN USAHA PADA PEDAGANG KELONTONG DI KECAMATAN KAWALU

PROPOSAL PENELITIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Disusun Oleh :

1.         Ai Wina Nuraeni         202005042

2.         Kemal Fauzi                 202005056

3.         Nurul Hikmah              202005060

4.         Salby Yahya                 202005066

 

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN

POLITEKNIK LP3I TASIKMALAYA

TAHUN 2021



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya dalam berusaha adalah mencari laba semaksimal mungkin dan dalam mencapai tujuannya itu sangat di pengaruhi oleh kemampuan dalam memasarkan produknya. Dimana usaha berskala kecil mampu bertahan dalam kondisi apapun. Karena kemampuan inilah usaha kecil dapat dikatakan sebagai penyelamat dalam perekonomian suatu Negara dimana merekalah yang masih dapat memberikan lapangan pekerjaan. Dimana perusahaan kecil lebih praktis dan lebih efisien dalam mengambil keputusan sehingga apabila dikelola dengan manajemen yang baik maka perusahaan kecil akan mampu bersaing dengan perusahaan yang lebih besar.

Manajemen usaha adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan, dimana membuat seorang wirausahawan mengalami kegagalan adalah karena mereka tidak mempunyai pengalaman dalam manajemen usaha. Penelitian ini memfokuskan pada penghasilan usaha kecil dilihat dari manajemen usaha yang meliputi promosi, penetapan harga dan lokasi Pedagang dalam bidang penjualan kebutuhan sehari-hari menjadi objek yang menarik dimana usaha kecil menjadi alternatif pilihan banyak pihak yang ingin membuka lapangan kerja sendiri.

Karena ada beberapa faktor antara lain kemudahan dalam menjalankan usaha, kebutuhan modal yang relatif sedikit. Tapi tidak mudah juga dalam membangun usaha seperti ini. Dimana para konsumen juga mempunyai pandangan tertentu dengan pedagang eceran, apabila mereka tidak mengetahui strategi yang baik maka mereka akan mengalami kebangkrutan. Untuk menghindarinya maka pedagang eceran harus berhati-hati dalam menentukan target pasar dan mencoba memahami keinginan konsumen.

 Dengan melihat permasalahan yang ada pada pedagang kelontong di kecamatan Kawalu, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Manajemen Usaha Terhadap Penghasilan Usaha Pada Pedagang Kelontong di Kecamatan Kawalu”.

1.2 Rumusan Masalah

Karena masalah yang dihadapi oleh para pedagang kelontong khususnya mengenai penghasilan usaha dalam menjual produknya maka perlu adanya rumusan masalah agar penulis lebih mengena pada sasaran yang diinginkan. Masalah yang diteliti dan digunakan dalam penelitian adalah:

1. Apakah promosi berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

2. Apakah penetapan harga berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

3. Apakah penetapan lokasi berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

4. Apakah promosi, harga dan lokasi berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

 

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sejauh  mana promosi berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

2. Untuk mengetahui sejauh  mana penetapan harga berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

3. Untuk mengetahui sejauh mana penetapan lokasi berpengaruh terhadap penghasilan usaha.

4. Untuk mengetahui sejauh mana promosi, harga dan lokasi berpengaruh terhadap usaha.

 

1.4 Manfaat  Penelitian

Manfaat yang dapat diharapkan dari penelitian ini antara lain:

1. Dapat memberikan masukan terhadap para pedagang kelontong sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

2. Dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang mempelajari atau membahas pemasaran dan masalahnya, khususnya di bidang manajemen usaha.

3. Menambah wawasan bagi penulis khususnya dibidang pemasaran.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Pemasaran

            Pemasaran adalah aktivitas dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra dan masyarakat umum.Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudiaan bertumbuh menjadi keinginan manusia.

2.2 Konsep Pemasaran

            Serangkaian kegiatan yang dimiliki tujuan untuk memasarkan produk yang diproduksi oleh perusahaan. Berbagai rangkaian kegiatan tersebut dilakukan agar produk dapat diminati dan biasa dimanfaatkan oleh masyarakat.

2.3 Metode Penetapan Harga Usaha Eceran         

Tantangan dalam berjualan ritel adalah bagaimana menerapkan strategi penetapan harga. Hal ini memang sering terjadi baik di kalangan pengusaha pemula bahkan di kalangan pengusaha senior sekalipun. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa harga adalah salah satu aspek terpenting pada suatu produk. Harga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Maka dari itu, harus benar-benar menentukan harga yang tepat bagi sebuah produk, yang tentunya juga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.

Tiga cara yang paling sering digunakan dalam strategi penetapan harga:

1. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Biaya

2. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Kebutuhan/Keinginan

3. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan

2.4 Promosi Dan Tujuan Promosi

            Persaingan promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.

Tujuan promosi di antaranya adalah:

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial.

2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba.

3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan.

4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar.

5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing.

2.5 Faktor yang Mempengaruhi Penjualan

            Ada yang mempengaruhi terhadap sukses tidaknya penjualan Anda, yaitu sebagai berikut ;

1.      Kualitas Produk

Kualitas produk yang Anda jual akan sangat mempegaruhi tingkat penjualan. Kualitas produk yang kurang baik akan menyebabkan konsumen kecewa dan akan berpaling kepada produk yang lain. Ada baiknya bila Anda harus melakukan pengawasan terhadap produk-produk yang akan dijual agar kualitas produk selalu terjaga.

2.      Selera Konsumen

Selera konsumen jelas sangat berpengaruh pada penjualan, hal tersebut disebabkan karena konsumenlah yang menggunakan produk, jadi mereka tahu baik buruknya sebuah produk. Untuk mengatasi hal ini, Anda harus selalu melakukan inovasi pada produk yang Anda jual agar konsumen pun tidak bosan dan lebih banyak pilihan.

3.      Kemampuan Penjualan

Seorang penjual harus mampu mengenali setiap produk yang dijual sampai detil. Hal ini agar seorang penjual tidak kalah pintar dengan konsumen, penjual harus mengetahuikelemahan dan keunggulan produk yang dijualnya.

4.      Persaingan Pasar

Dalam setiap bisnis tentu ada persaingan, dan sebagai penjual Anda harus mengetahui siapa saja yang menjadi pesaing Anda, apa produk yang dijualnya, berapa harganya dan tentu saja kelebihan dan kekurangannya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1 Waktu dan lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di Toko Kelontong di Kecamatan Kawalu. Peneliti memilih di Kecamatan Kawalu karena toko tersebut merupakan toko yang memiliki kualitas  dan diakui oleh masyarakat setempat sebagai salah satu toko yang sangat murah dan lengkap. Waktu penelitian dilaksanakan selama 8 (delapan) hari, dimulai pada tanggal 10 bulan Maret 2021 sampai dengan tanggal 17 bulan Maret 2021.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif sedangkan sumber data yang penulisgunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer penulis dapatkan dari hasil penelitian responden dilapangan sedangkan data sekunder penulis peroleh dari sumber-sumber tertulis mengenai gambaran umum daerah penelitian, keadaan penduduk dan data lainnya yang mendukung.

3.3 Metode Analisis Data

Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikan sebagai temuan bagi orang lain. (Neong, 1989). Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data untuk memperoleh kesimpulan. Dalam menganalisis data tersebut dilakukan secara diskriptif dengan menggunakan metode induktif.

Metode induktif adalah pembahasan masalah yang berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari faktafakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus dan kongkrit itu di generalisasikan yang mempunyai sifat umum. Peneliti akan melakukan dan menggunakan data dari hasil wawancara terhadap pedagang kelontong yang berdagang di Kecamatan Kawalu.

 

                                                                

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

Setelah peneliti berupaya melakukan berbagai rangkaian penelitian dengan

menggunakan berbagai macam metode atau teknik dalam pengambilan data yang

diperoleh maka peneliti menyimpulkan bahwa :

1.      Pedagang toko kelontong untuk mendapatkan keuntungan yang optimal dalam memperhatikan bauran promosi adalah memberikan potongan harga, melakukan promosi hadiah langsung, memberikan bonus dan melakukan program promosi lewat sosial media serta banyaknya defirifikasi produk.

2.      Pedagang toko kelontong untuk mendapatkan keuntungan yang optimal dalammemperhatikan kualitas pelayanan adalah memenuhi permintaan pelanggan, melakukan komunikasi dengan ramah serta antusias dalam melayani pelanggannya, memperhatikan kebersihan dan lingkungan serta perlu memperhatikan tata letak.

3.      Keuntungan yang didapat merupakan pemenuhan keutuhan hidup dan keberlangsungan usaha.

4.2 Saran

            Adapun saran-saran yang dapat penulis uraikan diantarannya sebagai berikut :

1.      Para pedagang kelontongan di Kecamatan Kawalu dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi besar atau kecilnya pendapatan yang diterima, baik dari faktor modal, perilaku kewirausahaan dan persaingan yang dimiliki atau pun faktor-faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi pendapatan usaha pedagang guna mempertahankan kelangsungan usaha dan memperoleh pendapatan yang tinggi.

2.      Untuk meningkatkan pendapatan maka para pedagang harus meningkatkan modalnya terutama modal lancar, yaitu uang kas dan persediaan barang dagangan yang habis dalam satu kali putaran produksi atau kurang dari satu tahun. Modal haruslah tetap.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://eprints.uny.ac.id/22247/7/BAB%20V.pdf

https://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/2975/Bab%201.pdf?sequence=3

http://repository.unpas.ac.id/32646/3/BAB%20I%20SETELAH%20UP.pdf

http://eprints.stainkudus.ac.id/969/6/FILE%206%20BAB%20III.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 


Comments